Tupan Story



Ini adalah cerita pengalamanku ketika masih kelas 7 di SMPN 8 YK. Jadi begini ceritanya. Dulu aku duduk di kelas VII-8 atau biasa disebut Tupan(Tujuh delapan). Pada suatu siang yang cerah setelah pulang sekolah, aku sama temen-temen yang laen mau maen bareng-bareng. Rencananya mau ke Taman Pintar. Kami ke sana naik bus Trans Jogja, tapi turunnya di shelter Malioboro. Walaupun gak terlalu jauh tapi kalo ditempuh jalan kaki yaa cukup lama juga.

Di tengah jalan, Nugie dicegat lelaki. Dia menawarkan suatu produk. Awalnya hanya Nugie yang dicegat, tapi ternyata aku dan temen-temen lainnya juga dicegat. Ada 3 orang yang lolos, mereka bertiga jalan di paling belakang jadi tahu situasinya yang depan. Ternyata lelaki itu menawarkan parfume. Kami dipaksa untuk membelinya. Entah kenapa, kami yang masih polos pada saat itu juga membelinya dengan harga Rp 20.000,00 per botolnya. Hm, setelah kami pikir, kami itu DITIPU. Huh, dasar masih kelas 7 masih polos. Tapi nasi telah menjadi  bubur jadi kami langsung melanjutkan perjalanan.
Sesampainya di depan Benteng Vredreburg, kami bertemu 3 orang yang lolos dari lelaki tadi. Patrik, Dead an Dheak. Tapi mereka terlihat marah. Kami kira karena mereka menunggu terlalu lama. Lalu kami minta maaf ke mereka, tapi tak ada respon sama sekali dari mereka. Setelah lama menunggu akhirnya kami mengajak mereka bertiga masuk ke Taman Pintar. Di Taman Pintar, mereka bercerita mengapa mereka marah kepada kami. Ternyata karena pada saat turun dari shelter, mereka turun terakhir. Kami berjalan terlalu cepat tanpa sadar meninggalkan mereka. Huh, setelah tahu permasalahannya kami pun saling minta maaf. Setelah itu kami foto-foto karena akan digunakan untuk photography contest di sekolah kami.
Sore pun datang, kami segera pulang ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan mata lomba yang diadakan sekolah keesokan harinya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "Tupan Story"

Posting Komentar