Tupan Story
Posted in
Label:
my story
|
di
15.42
Ini adalah cerita pengalamanku ketika masih kelas 7 di SMPN 8 YK.
Jadi begini ceritanya. Dulu aku duduk di kelas VII-8 atau biasa disebut
Tupan(Tujuh delapan). Pada suatu siang yang cerah setelah pulang sekolah, aku
sama temen-temen yang laen mau maen bareng-bareng. Rencananya mau ke Taman
Pintar. Kami ke sana naik bus Trans Jogja, tapi turunnya di shelter Malioboro.
Walaupun gak terlalu jauh tapi kalo ditempuh jalan kaki yaa cukup lama juga.
Di tengah jalan, Nugie dicegat lelaki. Dia menawarkan suatu produk.
Awalnya hanya Nugie yang dicegat, tapi ternyata aku dan temen-temen lainnya
juga dicegat. Ada 3 orang yang lolos, mereka bertiga jalan di paling belakang
jadi tahu situasinya yang depan. Ternyata lelaki itu menawarkan parfume. Kami
dipaksa untuk membelinya. Entah kenapa, kami yang masih polos pada saat itu
juga membelinya dengan harga Rp 20.000,00 per botolnya. Hm, setelah kami pikir,
kami itu DITIPU. Huh, dasar masih kelas 7 masih polos. Tapi nasi telah menjadi bubur jadi kami langsung melanjutkan
perjalanan.
Sesampainya di depan Benteng Vredreburg, kami bertemu 3 orang yang
lolos dari lelaki tadi. Patrik, Dead an Dheak. Tapi mereka terlihat marah. Kami
kira karena mereka menunggu terlalu lama. Lalu kami minta maaf ke mereka, tapi
tak ada respon sama sekali dari mereka. Setelah lama menunggu akhirnya kami
mengajak mereka bertiga masuk ke Taman Pintar. Di Taman Pintar, mereka
bercerita mengapa mereka marah kepada kami. Ternyata karena pada saat turun
dari shelter, mereka turun terakhir. Kami berjalan terlalu cepat tanpa sadar
meninggalkan mereka. Huh, setelah tahu permasalahannya kami pun saling minta
maaf. Setelah itu kami foto-foto karena akan digunakan untuk photography
contest di sekolah kami.
Sore pun datang, kami segera pulang ke rumah masing-masing untuk
mempersiapkan mata lomba yang diadakan sekolah keesokan harinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 Response to "Tupan Story"
Posting Komentar